Sabtu, 20 Oktober 2012

nilai dan norma sosial


NILAI DAN NORMA SOSIAL
A.      NILAI SOSIAL
Dalam ilmu sosiologi, nilai memgandung pengertian yang luas. Nilai (value) dalam konteks sosiologi, berhubungan dengan pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu kondisi dapat terjadi di masyarakat.

Pengertian Nilai
 Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contohnya orang menganggap menolong bernilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk.
Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pengertian nilai sosial:
1.       Soerjono Soekanto: nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
2.       Kimball Young: nilai sosial sebagai unsure-unsur yang abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya.
3.       A.W. Green: nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relative, disertai emosi terhadap objek dan ide orang perorangan.
4.       Woods: nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
5.       B. Simanjutak: nilai sebagai ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik.
6.       Robert M.Z. Lawang: nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan mempengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut.
7.       C. Kluckholn: nilai kebudayaan mencakup hakikat hidup manusia, hakikat karya manusia, hakikat kedudukan  manusia dalam ruang dan waktu, hakikat hubungan manusia dengan alam, hakikat hubungan manusia dengan sesamanya.

Nilai sosial
Nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku dan perbuatan seseorang. Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang atau masyarakat.

B.      MACAM-MACAM NORMA SOSIAL
Menurut Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga.
1.       Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia. Contohnya makanan, air, dan pakaian.
2.       Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktivitas. Contohnya buku dan alat tulis bagi pelajar dan mahasiswa.
3.       Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia. Contohnya nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai kebaikan atau nilai moral, dan nilai religius.
Berdasarkan cirinya nilai sosial dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu nilai dominan dan nilai yang mendarah daging

ADA BAGAN

C.      NORMA SOSIAL
Suatu norma umumnya hanya berlaku atau mengikat warga masyarakat tertentu. Artinya, suatu norma yang dianut di sebuah masyarakat belum tentu dianut oleh masyarakat lain.
Norma sosial yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal dan nonformal:
1.       Norma formal bersumber dari lembaga masyarakat (institusi) yang formal atau resmi. Norma ini biasanya tertulis. Contohnya aturan-aturan yang berasal dari Negara sperti konstitusi.
2.       Norma nonformal biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari norma formal. Contohnya kaidak dan aturan yang terdapat di masyarakat seperti aturan dalam keluarga dan adat istiadat.

D.      TINGKATAN DAN JENIS-JENIS NORMA DALAM MASYARAKAT
Dilihat dari kekuatan mnegikat terhadap anggota masyarakat, norma dibedakan menjadi beberapa tingkatan, yaitu cara, kebiasaan, dan tata kelakuan.
Tingkatan Norma
1.       Cara (usage) adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan atau ejekan saja.
2.       Kebiasaan (folkways) adalah suatu aturan dengan kekuatan mengikat yang lebih kuat daripada usage karena kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi bukti bahwa orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatannya.
3.       Tata Kelakuan (mores) adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol, secara sadar atau tidak sadar, oleh masyarakat kepada anggota-anggotanya.
Macam-macam norma
1.       Norma agama adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama. Contohnya norma agama islam antara lain adalah kewajiban melaksanakan rukun islam dan rukun iman.
2.       Norma kesusilaan adalah suatu norma yang didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia. Contoh perilaku yang melanggar norma kesusilaan adalah pembunuhan.
3.       Norma kesopanan adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat seperti cara berpakaian, cara bersikap dalam pergaulan, dan berbicara.
4.       Norma kebiasaan (habit) merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Contohnya kegiatan mudik menjelang hari raya.
5.       Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (Negara). Contohnya wajib bayar pajak.
Kolom sosiologi
Agar suatu norma berfungsi dengan baik, diperlukan sejumlah syarat diantaranya sebagai berikut:
1.       Norma harus diketahui oleh masyarakat
2.       Norma harus dipahami dan dimengerti oleh masyarakat
3.       Norma harus dihargai karena bermanfaat
4.       Norma harus ditaati dan dilaksanakan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar